Sabtu, 25 Juni 2011

Stasiun Gubeng Surabaya





Stasiun Surabaya Gubeng (SGU, +5 m dpl) adalah stasiun kereta api (KA) yang terletak di Gubeng, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur dan berada di bawah naungan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi VIII. Stasiun ini merupakan stasiun KA terbesar di Surabaya dan merupakan tempat keberangkatan KA utama dari Kota Surabaya, khususnya yang melalui jalur selatan, sedangkan KA yang melewati jalur utara, seperti KA jurusan Jakarta via Semarang, diberangkatkan dari Stasiun Pasar Turi.
Stasiun Surabaya Gubeng pertama kali dibangun di sisi barat rel KA. Pada pertengahan dekade 1990-an, bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng dibangun di sisi timur rel KA dengan arsitektur lebih modern dan lebih luas.
Kawasan Bouzem Morokrembangan




Bozem Morokrembangan yang sekarang terletak di perkampungan padat penduduknya yang berdiri pada tahun 1970.
Kampung tersebut diberi nama Tambak Sari dan gang Rahmat, Kalianak timur, kelurahan Morokrembangan, kecamatan Krembangan.
Tambak Asri sendiri ada dua blok :
1. Tambak Asri lama ( timur jalan tambak asri)
2. Tambak Asri baru ( barat jalan tambak asri)
Kampung tersebut hanya ada 1 RW dan 44 RT. Menurut data dilapangan ada KK tetap dan KK musiman :
** KK tetap kira-kira ada 3000 KK
** KK musiman kira-kira ada 2000 KK
** Jumlah jiwa seluruhnya 25.000 jiwa
Status tanah menurut BPN tahun 2000 :
A. Tanah negara yang dihuni/ditempati warga berdasarkan surat pemberian izin sementara pemakaian tanah negara dari kepala kantor pengawas Agraria Karesidenan Surabaya tanggal 15-6-1959 No 2744/7B/1959 yang lokasinya berada di sebelah timur Tambak Asri, pada prinsipnya dapat diajukan permohonn hak atas tanahnya sepanjang di dukung dengan bukti-bukti/perolehannya yang secara yuridis dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai ketentuan peraturan perunadangan yang berlaku.
B. Tanah negara yang dihuni/ditempati warga yang lokasinya disebelah barat Tambak Asri, maupun di utara dan selatan jalan tol sebelah barat jalan Tambak Asri merupakan tanah negara dalam penguasaan Dinas Perikanan Daerah Propinsi Daerah. Tingkat I Jawa Timur yang dipergunakan untuk tambak percontohan, sehingga apabila warga setempat akan mengajukan permohonan hak atas tanah tersebut agar terlebih dahulu menyelesaikan dengan Instansi dimaksud.

Status Ekonomi menengah ke bawah. Bangunan rumah permanen.
SARANA PENDIDIKAN ada12 buah.
Sekolah Dasar/MI : 4 buah
SMP : 2 buah
SMU : 1 buah
TK : 5 buah
SARANA IBADAH :
- Masjid : 7 buah (kapasitas 600 jamaah)
- Mushollah : 12 buah (kapasitas 300 jamaah)
SARANA dan PRASARANA :
- Pavingisasi, air PDAM, listrik, telepon serta PJU sudah terpasang .
Kampung gang Rahmat sendiri masuk wilayah RW VII Klianak timur kel. Morokrembangan, kec. Krembangan. Luas tanah 6 hektar.
Status tanah tidak jelas karena saling mengklaem keberadaan tanah tersebut.
Menurut data dilapangan yang menghuni lahan tersebut 1500 KK
Jumlah jiwa 5.500 jiwa, tanpa KTP, KSK, dan kebanyakan pendatang dari Madura. Status ekonomi menengah kebawah.
SARANA dan PRASARANA :
- Pavingisasi, air PDAM, listrik, telepon serta PJU sudah terpasang.
- 2 Koperasi
- 1 BKM
- 2 Pasar, 1 Mini Market
- POLSEK dan KORAMIL berdiri di tanah tersebut
SARANA PENDIDIKAN ada 21 buah
- TK/TPA : 14 buah
- SD/MI : 4 buah
- SMP : 2 buah
- SMA : 1 buah
SARANA IBADAH :
- Masjid : 7 buah (kapasitas 400 jamaah)
- Mushollah : 15 buah (kapasitas 100-200 jamaah)
DIPOSKAN OLEH PENGEMBANGAN PEMUKIMAN DI 02:42
Bayt Al Qur'an dan Museum Istiqlal





Karya-karya unggulan para ulama dan intelektual muslim Nusantara sejak abad ke-17 sampai abad ke-20 yang bernilai historis dapat disaksikan di sini. Warisan budaya berupa mushaf, manuskrip Al Qur’an, arsitektur, seni rupa islami yang memiliki keindahan seni juga tersimpan. Bayt al Qur’an & Museum Istiqlal, memang menghadirkan pesona untuk direnungkan.
Bayt al Qur’an & Museum Istiqlal merupakan kesatuan dari dua lembaga yang berbeda namun dalam kesatuan konsep. Bayt al Qur’an, yang berarti rumah Al Qur’an, dengan materi pokok berupa peragaan yang berkaitan dengan Al Qur’an, sedangkan Museum Istiqlal menampilkan hasil-hasil kebudayaan Islam Indonesia.
Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQ&MI) yang menempati areal seluas 20.013 m2 dibuka untuk umum tanggal 20 April 1997 bersamaan dengan peresmian oleh Presiden Soeharto. Tujuannya untuk menampilkan Islam sebagai pemersatu bangsa dari berbagai etnik di Indonesia dengan menampilkan ajaran dan kebudayaan Islam Indonesia yang berkualitas dan kreatif dalam upaya untuk memantapkan jatidiri bangsa, menampilkan wajah Indonesia yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia dalam percaturan internasional melalui kajian sejarah perkembangan ajaran Islam dan implementasinya dalam seni dan budaya, menyampaikan makna yang lebih dalam tentang ajaran Islam dan karakter kebudayaannya yang bersifat terbuka, otentik, toleran, progresif dan kosmopolitan; dan sebagai pemicu (trigger) untuk pengkajian ajaran dan kebudayaan Islam secara lebih dalam khususnya di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara.
Ruang pamer Bayt al-Qur’an menghadirkan beragam seni mushaf dari dalam dan luar negeri, seperti Mushaf Istiqlal yang menjadi primadona pada Festival Istiqlal II 1995, Mushaf Wonosobo, yang merupakan terbesar hasil kreasi dua orang santri Pondok Pesantren al- Asy’ariah, Wonosobo, Jawa Tengah, Mushaf Sundawi yang menampilkan iluminasi ragam hias khas Jawa Barat, dan Mushaf Malaysia yang menampilkan iluminasi ragam khas Malaysia.
Ditampilkan pula al-Qur’an standar Departemen Agama RI, al-Qur’an biasa dan al-Qur’an Braille untuk umat Islam tunanetra. Disajikan juga al-Qur’an Interaktif dalam bentuk software (perangkat lunak) computer yang dapat dioperasikan secara digital seperti program-program aplikasi komputer lainnya.
Ruang peraga Museum Istiqlal menyimpan dan memamerkan benda-benda budaya yang telah berabad lamanya, menembus peradaban suku, bahasa, daerah, dan adat istiadat di Indonesia. Kejayaan historis masa lalu dan masa kini berbaur dalam suatu peristiwa. Manuskrip al-Qur’an, benda-benda tradisi dan warisan, arsitek, seni rupa kontemporer, serta benda islami lainnya, semua tersimpan di sini, sebagai hasil implementasi dan implikasi budaya yang bersumber dari al-Qur’an.
Bangunan Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal berlantai 4 dengan lingkungan yang jauh dari polusi memiliki fasilitas ruangan yang lengkap seperti, serba guna (main hall), auditorium, audiovisual, ruang kelas, pameran, balkon, dan lain-lain. Semua itu dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan seperti, seminar, pertunjukkan, pameran, perlombaan, forum ilmiah, syukuran, dan lain-lain.
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah










Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Museum ini berada di lantai 2 dan 3 dari Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jalan Gajah Semarang. Artefak artefak seperti Iluminasi Al Qur’An, Wayang golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal, Artefak Kapal dagang, Miniatur menara Kudus ada di Musuem Perkembangan Islam Jawa Tengah ini.
Jam layanan Museum Perkembangan Islam Masjid Agung Jawa Tengah Ini pada hari Selasa sampai minggu pukul 08.00 – 15.00. Hari Senin libur.
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)




Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang dibangun pada tahun 2001 sampai dengan 2006 ini berada di kawasan Semarang Timur, tepatnya berlokasi di Jalan Gajah Semarang. Masjid yang megah dan spektakuler ini berdiri di atas lahan 10 hektare dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap, seperti convention hall (auditorium), souvenir shop, pujasera, gedung perkantoran, perpustakaan, dan menara pandang.
Masjid dibangun kurang lebih lima tahun masa pembangunan ini adalah berangkat dari idealisme dan cita-cita yang paling utama yaitu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mampu menjadi pengendali kehidupan sosial ekonomi yang cenderung mengedepankan keduniawian. Secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar 198.692.340.000 rupiah.

Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tang 14 Nopember 2006 dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan replika prasasti.

Sedangkan prasati yang asli sudah dipasang secara permanen di halaman depan masuk Masjid setinggi 3,2 meterdengan berat 7,8 ton, adalah batu alam yang diambil dari lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jateng.

Prasasti ini dipahat Nyoman M. Alim yang juga dipercaya membuat miniatur candi Borobudur yang ditempatkan di Minimundus Vienna Austria pada tahun 2001.

Masjid Agung Jawa Tengah dibangun di areal seluas kurang lebih 10 hektar, dengan luas bangunan induk seluas 7.669M2, dan mampu menampung 6000 jamaah.

Sedang pelatarannya seluas 7500 M2 dilengkapi 6 payung raksasa yangbisa membuka dan menutup secara otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi di kota Madinah, mampu untuk menampung 10 ribu jamaah.
Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Arab dan Yunani. Di bangunan sayap kanan terdapat Convention Hall atau auditorium yang mampu menampung 2000 jamaah, sedang disayap kiri dipersiapkan utnuk perpustakaan yang nantinya di desain menjadi perpustakaan modern (digital library); serta ruang perkantoran yang disewakan.

Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamarberbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 Meter. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio DaIs (Dakwah Islam). Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Di lantai 19 yaitu untukmenara pandang dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang.

Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal yang dilihat oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha

Untuk keperluan ibadah, masjid berarsitektur perpaduan universal dan lokal itu mampu menampung 10 ribu jemaah. Di dalam kompleks masjid terdapat wisma penginapan dengan 23 kamar dalam berbagai kelas. Penyediaan wisma ini bertujuan memberikan fasilitas penginapan bagi para peziarah atau wisatawan religi yang ingin bermalam di MAJT.

Bagi yang ingin berekreasi, MAJT juga menyediakan beberapa fasilitas hiburan, seperti arena bermain dan kereta kelinci yang akan membawa pengunjung mengitari kompleks masjid.
GEDUNG PROKLAMASI




Gedung Proklamasi tempat pembacaan teks proklamasi pertama kali yang juga sebelumnya merupakan tempat tinggal Ir. Soekarno.sekarang sudah menjadi taman proklamator yang di dalamnya juga di bangung gedung perintis kemerdekaan yang di dalamnya terdapat barang-barang bersejarah dan seni.sedangkan pada taman di bangun patung soekarno dan bung hatta.
BANDARA HASANUDIN MAKASAR




Bandara baru ini tampak elegan dan futuristik, tapi tidak meninggalkan budaya lokal, tampak pada bangunan utama yang meyerupai cadik phinisi - perahu tradisional daerah ini. Begitu juga dengan interior terlihat modern dengan lantai marmer dan pemakaian kaca sebagai penyekat antar ruangan yang dominan membuat kesan luas. Perpaduan budaya lokal dan sentuhan modern tampak solid. Tempat check-in pun sudah multi user, sehingga antrian panjang bisa dihindari. Walau masih terus dibenahi, misalnya lounge yang hanya satu, tetapi sudah terlihat wujud sebagai bandara yang bisa dibanggakan masyarakat Sulawesi Selatan.