Sabtu, 30 April 2011

konservasi Arsitektur

STASIUN GAMBIR

Stasiun Gambir (kode:GMR) adalah stasiun kereta api terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia dan terletak diGambir, Gambir, Jakarta Pusat. Stasiun ini dibangun pada dasawarsa 1930-an dan mendapatkan renovasi secara besar-besaran pada 1990-an. Stasiun Gambir melayani transportasi kereta api untuk tujuan-tujuan utama di Pulau Jawa. Di stasiun ini, tersedia pula bus DAMRI untuk menuju Bandara Soekarno Hatta. Stasiun ini berada di Daerah Operasi 1 Jakarta.



Kereta yang melewati stasiun ini antara lain - Stasiun Bandung ( Argo Parahyangan, Cirebon/Tegal (Argo Jati dan Cirebon Ekspres), Solobalapan (Argo Lawu dan Argo Dwipangga), Malang (Gajayana), Semarang (Argo Muria, dan Argo Sindoro), Pasar Turi Surabaya (Argo Bromo Anggrek, dan Sembrani), Surabaya Gubeng (Bima), Stasiun Yogyakarta (Kereta api Taksaka),Stasiun Madiun (Kereta api Senja Baru Madiun), Stasiun Cilacap (Kereta api Purwojaya), juga terdapat kereta-kereta komuter(KRL ekspres) dari dan menuju Bogor (Pakuan Ekspres), Depok (Depok Ekspres), dan Bekasi (Bekasi Ekspres).



Stasiun ini bukan pemberhentian bagi KRL Jabotabek kelas ekonomi yang juga melayani rute Jakarta. Pemberhentian terdekatnya adalah Gondangdia yang dekat dengan Jalan Jaksa, tempat wisata orang asing di Jakarta; yang suasananya mirip dengan suasana jalan di Bali. Stasiun ini lebih berisik dan kurang terawat dibanding stasiun Gambir, terutama bila musimLebaran sudah tiba, dan banyak orang mudik melalui stasiun ini. Ini seakan mencerminkan bahwa kesenjangan sosial tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga terjadi pada kelas kereta.
Stasiun ini terdiri dari tiga tingkat. Aula utama, loket, beberapa restoran dan toko, serta mesin ATM terdapat pada tingkat pertama. Tingkat kedua adalah ruang tunggu dengan beberapa restoran cepat saji dan kafetaria, sedangkan peron berada pada tingkat ketiga.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Gambir

Rabu, 09 Februari 2011

Menganalisis Bangunan Publik

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADVOKASI

Definisi Kritik Advokasi :

Kritik Advokasi yaitu : metode kritik dalam arsitektur yang memberikan sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan.

Objek yang akan dianalisis adalah : Islamic Center Washington

Pusat Islam Washington adalah masjid dan Islam pusat kebudayaan di Washington, DC , Amerika Serikat . Hal ini terletak diEmbassy Row di Massachusetts Avenue di sebelah timur jembatan di atas Rock Creek . Ketika dibuka pada tahun 1957 itu adalah tempat ibadah Muslim terbesar di Belahan Barat. 6000 Beberapa orang menghadiri shalat di sana setiap hari Jumat.

Pusat awalnya disusun pada tahun 1944 ketika Turki duta besar Munir Ertegün meninggal dan tidak ada masjid di mana untuk menahan pemakamannya. Komunitas Washington diplomatik memainkan peran utama dalam upaya untuk memiliki sebuah masjid dibangun. Dukungan datang dari sebagian besar negara-negara Islam dunia yang menyumbangkan dana, [ rujukan? ] dekorasi, dan pengrajin untuk proyek. Dukungan untuk proyek tersebut juga datang dari komunitas Muslim Amerika. Situs ini dibeli pada tahun 1946 dan landasan itu diletakkan pada 11 Januari 1949. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Italia Mario Rossi dan didedikasikan pada tanggal 28 Juni 1957 Presiden Dwight D. Eisenhower yang hadir. Ruang sholat utama pusat ditutupi oleh karpet Persia didedikasikan oleh almarhum Shah Iran. [2] Pusat terus dikendalikan oleh dewan gubernur terdiri dari berbagai duta besar. Sekitar bangunan yang tersusun bendera negara-negara Islam dunia.

Masjid telah dikunjungi oleh banyak pejabat profil tinggi, termasuk beberapa presiden. Kunjungan profil tertinggi oleh PresidenGeorge W. Bush pada tanggal 17 September 2001, hanya beberapa hari setelah serangan 11 September . [3] Di televisi nasional, Bush dikutip dari Al Qur'an dan bekerja untuk memastikan Amerika bahwa sebagian besar Muslim damai. [ rujukan? ]

Selain masjid, pusat berisi perpustakaan dan ruang kelas di mana kursus tentang Islam dan bahasa Arab diajarkan.

Masjid ini adalah salah satu dari tiga bangunan diambil alih dalam Pengepungan 1977 Hanafi . orang bersenjata Muslim memegang sandera membuat beberapa tuntutan, termasuk permintaan bahwa film Muhammad, Rasul Allah akan hancur karena mereka menganggap hal itu melanggar kesucian. "






ANALISIS BANGUNAN PUBLIK MENGGUNAKAN METODE DEPIKTIF

Definisi Kritik Depiktif :

Kritik Depiktif yaitu : metode kritik dalam arsitektur yang cenderung tidak dipandang sebagai sebuah bentuk kritik, karena ia tidak didasarkan pada pernyataan baik atau buruk sebuah bangunan. Sebagaimana tradisi dalam kritik kesenian yang lain, metode ini menyatakan apa yang sesungguhnya ada dan terjadi disana.

Objek yang akan dianalisis, yaitu : Masjid Jakarta Islamic Center, Jakarta.

Masjid ini berdiri di Kramat Tunggak, Tanjung Priok – Jakarta Utara. Menurut situs masjid ini (www.islamic-center.or.id), pembangunan Masjid Islamic Center ini diprakarsai oleh Gubernur DKI waktu itu, Sutiyoso.

Setelah adanya konsultasi terus menerus antara masyarakat, ulama, praktisi baik skala lokal maupun regional bahkan international akhirnya diwujudkan dalam sebuah master plan pembangunan JIC pada tahun 2002. Kemudian dalam rangka memperkuat ide dan gagasan pembangunan JIC,pada Agustus 2002 dilakukan Studi Komparasi ke Islamic Centre di Mesir, Iran, Inggris dan Perancis. Pada tahun yang sama, dilakukan perumusan Organisasi dan Manajemen JIC. Kehadiran JIC ternyata sesuatu yang sangat fenomenal sebagai produk zaman yang strategis dan monumental.

Masjid yang dibangun mulai tahun 2002 s/d 2003 ini memiliki luasan 14.000 m2 di atas tanah seluas 109,435 m2 dan dapat menampung hingga 20,680 jamaah.


Berikut ini beberapa foto interior dan eksterior bangunan masjid :




































Sabtu, 11 Desember 2010

Tugas Kritik Arsitektur


Mengkritik Bangunan Publik di Depok dengan Kritik Normatif

N O R M A T I F

•Hakikat kritik normatif adalah adanya keyakinan (conviction)

bahwa di lingkungan dunia manapun, bangunan dan wilayah

perkotaan selalu dibangun melalui suatu model, pola, standard

atau sandaran sebagai sebuah prinsip.

• Melalui suatu prinsip, keberhasilan kualitas lingkungan buatan

dapat dinilai

• Suatu norma tidak saja berupa standard fisik yang dapat

dikuantifikasi tetapi juga non fisik yang kualitatif.

• Norma juga berupa sesuatu yang tidak konkrit dan bersifat umum

dan hampir tidak ada kaitannya dengan bangunan sebagai

sebuah benda konstruksi.


MASJID KUBAH EMAS, DEPOK


Masjid kubah emas atau Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.
Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Bangunan Masjid Kubah Emas,depok menggunakan gaya Arsitektur Byzantium. Arsitektur Byzantium merupakan arsitektur yang berada di zaman Yunani kuno,tepatnya di Konstantinopel.
Konstantinopel merupakan salah satu kota terpenting di dunia, k
ota ini dikelilingi tembok-tembok besar yang kokoh yang dikenal dengan nama tembok konstantin, yang dibangun pada tahun 330 Masehi oleh Kaisar Constantine I. Konstaninopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia. Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas (golden horn) yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Kota ini merupakan sebuah magnet komersial, kultural, dan diplomatik. Dengan letak strategisnya itu, Konstantinopel mampu mengendalikan rute antara Asia dan Eropa, serta pelayaran dari dari Laut Mediterania ke Laut Hitam. Pentingnya posisi konstantinopel ini digambarkan oleh Napoleon dengan kata-kata “…..kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!”.



Ciri-ciri Arsitektur Byzantium


Konstruksi Bangunan

Denah:
* segi empat polygonal, yang ditutup dengan atap kubah dan kubah kecil mengelilingi kubah utama, sehingga bentuknya memusat serta simetris.
* sayap pendek yang sama pasa setiap sisinya, mengambi bentuk cross


.






















Dinding:
* Memakai bahan bata, dan dibagian dalam (interiornya) dilap isi dengan mosaic yang terbuat dari pualam warna-warni yang menggambarkan ajarannya.


Bukaan Pintu dan Jendela:

* Busur ½ lingkaran dipakai untuk menunjang galery dan bukaan pada pintu dan jendela
* Jendela-jendela kecil ½ lingkaran mengelilingi dasar kubah (pendetive)

Atap:
* metode pembuatan atap dari bahan batu ataupun beton * Kubah dibentuk dengan type - simple (biasa ½ lingk
aran) * melon shaped (kubah belewah) * compound (majemuk)
Kolom:
* kolom-kolomnya konstruktif, dengan kepala tiang (capital) bergaya Kor
intia dan Komposit.